MUARA TEWEH – Belum genap sepekan menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, M Iman Topik langsung bergerak menjalankan berbagai agenda strategis guna memperkuat sektor pendidikan di daerah tersebut.
Sejak resmi bertugas pada 5 Mei 2026, ia bersama jajaran Dinas Pendidikan mulai melakukan pembenahan internal, memperkuat koordinasi dengan para pengawas dan kepala sekolah, hingga menyiapkan sejumlah langkah pengembangan pendidikan.
“Di hari keenam kami bertugas sejak tanggal 5 Mei lalu, kami langsung bergerak cepat bersama teman-teman untuk melaksanakan berbagai agenda dan pembenahan di bidang pendidikan,” katanya saat membuka Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Barito Utara, Sabtu (9/5/2026).
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar rapat bersama pengawas wilayah dan forum kerja kepala sekolah guna membahas usulan bakal calon kepala sekolah di Barito Utara.
Menurut Iman Topik, proses tersebut penting untuk memastikan kebutuhan kepemimpinan sekolah dapat terpenuhi secara optimal.
Tak hanya fokus pada pembenahan internal, Disdik Barito Utara juga aktif menjalin komunikasi dan memperluas wawasan melalui kunjungan ke berbagai lembaga pendidikan.
Sebelumnya, ia bersama jajaran menghadiri kegiatan pelepasan siswa di SMK Maharati, Desa Buhut Jaya, Kabupaten Kapuas. Dari kunjungan tersebut, ia melihat sejumlah perkembangan positif yang dinilai layak menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di Barito Utara.
“Luar biasa perkembangan sekolah tersebut. Mudah-mudahan ke depan kita dapat berkunjung kembali untuk melihat dan mengkaji berbagai hal positif yang bisa diterapkan demi kemajuan pendidikan di daerah kita,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Iman Topik menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga mengajak peserta FLS3N untuk memanfaatkan ajang tersebut sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, FLS3N bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan seni, budaya, dan kepribadian yang baik,” tandasnya.(Riz)









