Balai Bahasa Kalteng: Sekolah Harus Jadi Garda Depan Pelestarian Bahasa Daerah

Muara Teweh – Kepala Balai Bahasa Kalteng, Dr Sukardi Gau, menegaskan sekolah harus berada di garis depan dalam menjaga dan menghidupkan kembali bahasa daerah.
Pernyataan itu disampaikannya pada kegiatan Uji Keterbacaan Cerita Anak Dwibahasa yang digelar di SDN 1 Melayu, Kamis (6/11).
Sukardi menyebut, kebijakan penggunaan bahasa daerah pada minggu pertama tiap bulan sangat membantu revitalisasi bahasa di tengah derasnya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing.
“Instruksi yang tegas sangat kami butuhkan untuk memperkuat gerakan revitalisasi. Sekolah memiliki kontribusi besar dalam membentuk keterampilan berbahasa daerah,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Barito Utara dalam menjaga bahasa daerah. Menurutnya, daerah ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Kalimantan Tengah.
Balai Bahasa juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan dinas pendidikan dalam penyusunan kurikulum hingga penguatan kompetensi guru bahasa daerah.
“Dinas Pendidikan sudah memberi ruang. Tinggal memperkuat pelaksanaannya di lapangan,” ujarnya.
Sukardi berharap bahasa daerah tidak hanya menjadi slogan pelestarian, tetapi benar-benar hidup di ruang kelas sebagai identitas budaya generasi muda.(Riz)

Array

Artikel Terkait

Komentar