Muara Teweh – Sabtu malam di Arena Tiara Batara terasa berbeda. Di bawah cahaya lampu panggung dan langit yang cerah, ribuan jamaah duduk rapi, larut dalam lantunan shalawat yang dipimpin Habib Syech Abdul Qodir Assegaf. Air mata haru terlihat di beberapa wajah, seolah menjadi bukti kuatnya ikatan batin umat dengan Rasulullah SAW.
Di tengah suasana syahdu itu, berdirilah Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, yang malam ini bukan sekadar pejabat publik—tetapi seseorang yang sedang menunaikan nazarnya.
“Ulun bernazar, jika ulun dilantik, ulun ingin memulai tugas dengan pengajian dan shalawat bersama masyarakat Barito Utara,” ucapnya, suaranya terdengar bergetar menahan haru.
Warga datang dari berbagai kecamatan, bahkan luar kota. Ada yang membawa anak, ada yang datang bersama rombongan majelis taklim. Semua larut dalam suasana kekhusyukan.
Bupati juga mengenang keberhasilan Barito Utara menjadi tuan rumah MTQH tingkat provinsi beberapa hari sebelumnya. Baginya, semua capaian ini adalah bentuk karunia Allah SWT.
Menutup sambutan, ia mengajak masyarakat menjaga kebersamaan, memperbanyak shalawat, dan berharap keberkahan bagi Barito Utara.
Acara malam itu berjalan hangat dan penuh syiar, menciptakan kenangan religius yang sulit dilupakan.(Riz)









