PALANGKA RAYA – Bank Indonesia meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 sebagai upaya memperkuat transparansi kebijakan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional.
Peluncuran tersebut mengangkat tema “Tangguh, Mandiri, dan Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” serta menjadi bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa laporan ini membawa pesan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga optimisme terhadap perekonomian Indonesia.
“Peluncuran LPI 2025 adalah perwujudan transparansi kebijakan serta upaya menjaga kredibilitas dan akuntabilitas Bank Indonesia,” ujar Perry Warjiyo, Rabu (28/01/2026).
Ia menjelaskan bahwa perekonomian nasional diproyeksikan tetap tumbuh positif meski di tengah tantangan global, dengan kisaran pertumbuhan mencapai 4,7 hingga 5,55 persen.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menambahkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki peluang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tahun 2026.
Menurutnya, sektor industri pengolahan dan pertanian akan menjadi penopang utama pertumbuhan, didukung oleh akselerasi hilirisasi serta peningkatan investasi di daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi, serta membuka peluang investasi di sektor hilirisasi.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kalimantan Tengah diharapkan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(red)









