Angka Kemiskinan Barito Utara Capai 5,52 Persen, Pemerintah Siapkan Strategi Penurunan

Palangka Raya — Isu penanggulangan kemiskinan kembali menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Kamis (20/11/2025). Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, dan menghadirkan sejumlah kepala daerah atau perwakilannya.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, dalam paparannya menyampaikan kondisi tingkat kemiskinan di daerahnya. Berdasarkan data BPS Kalimantan Tengah tahun 2025, terdapat 7.440 jiwa penduduk miskin di Barito Utara atau setara 5,52 persen penduduk. Dengan persentase tersebut, Barito Utara berada pada peringkat ke-9 dari 14 kabupaten/kota.
Felix menjelaskan, perlambatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan garis kemiskinan karena inflasi, serta tingkat pengangguran terbuka merupakan faktor penyebab masih tingginya angka kemiskinan.
Meski demikian, pemerintah daerah telah menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 4,6 persen pada tahun 2030, sebagaimana tercantum dalam Rancangan Awal RPJMD 2025–2029. Target itu ditempuh melalui strategi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, pelatihan dan peningkatan pendapatan, serta penyediaan infrastruktur dasar di wilayah rawan kemiskinan.
Ia menambahkan bahwa pengendalian inflasi menjadi bagian dari kebijakan penurunan kemiskinan. Hingga pertengahan November, inflasi daerah tercatat menurun menjadi minus 0,41 persen.
Wakil Gubernur Edy Pratowo meminta agar upaya penanggulangan kemiskinan di daerah tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi selaras dengan program nasional serta tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.(Riz)

Array

Artikel Terkait

Komentar