MUARA TEWEH – Sebanyak 50 pelaku usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara di Aula Dinas Kesehatan, Kamis (11/6).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai keamanan pangan, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), serta pemenuhan persyaratan penerbitan dan perpanjangan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Simamoraturahman, mengatakan peningkatan kualitas produk pangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, pelaku usaha dapat memperoleh pengetahuan tentang cara mengolah pangan secara aman sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tidak merugikan konsumen,” katanya.
Ia menilai industri rumah tangga pangan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, para pelaku usaha perlu dibekali pemahaman mengenai standar keamanan dan mutu produk.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Nurmiati, menjelaskan bahwa bimtek tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya keamanan pangan dalam setiap proses produksi.
“Selain meningkatkan pemahaman tentang keamanan pangan, kegiatan ini juga mendukung pemenuhan persyaratan penerbitan maupun perpanjangan SPP-IRT serta peningkatan mutu produk yang beredar di masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara.
Melalui pembinaan tersebut, pemerintah daerah berharap produk pangan lokal semakin berkualitas, aman dikonsumsi, serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.(Riz)









