Gubernur Resmi Buka MTQH XXXIII Kalteng di Muara Teweh, Tekankan Pembinaan Generasi Qurani dan Penguatan Ukhuwah

Muara Teweh – Ribuan masyarakat memadati Arena Tiara Batara, Minggu (16/11) malam, saat Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Acara pembukaan berlangsung meriah dengan tabuhan hadrah, lantunan ayat suci, dan penampilan seni Islami dari kafilah Barito Utara sebagai tuan rumah.

Tampak Para kafilah mengenakan seragam khas daerahnya masing-masing, menciptakan warna tersendiri yang menunjukkan kekayaan budaya Kalteng. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimda Kalteng, para Bupati dan Wali Kota, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh kafilah dari 14 kabupaten/kota. Kehadiran tamu undangan dari berbagai wilayah membuat suasana terasa hangat dan penuh kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang telah bekerja keras menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sarana arena, fasilitas pemondokan kafilah, hingga aspek teknis perlombaan.
“Saya melihat langsung keseriusan Barito Utara menyiapkan event ini. Ini bukan hanya soal menjadi tuan rumah, tetapi menunjukkan komitmen daerah dalam membumikan nilai Al-Qur’an bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Menurut Gubernur, MTQH bukan hanya ajang untuk mengukur kemampuan membaca, menghafal, atau menafsirkan Al-Qur’an, tetapi sarana memperkuat mental, spiritual, dan karakter generasi muda. Di tengah derasnya arus digital dan globalisasi, ia menegaskan pentingnya menghadirkan anak muda yang memiliki akhlak mulia dan menjadikan nilai Al-Qur’an sebagai pedoman.
“Kita ingin generasi Qurani, yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai kompas moral dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.
Ia juga mengaitkan nilai Al-Qur’an dengan filosofi Huma Betang, identitas masyarakat Kalimantan Tengah yang menekankan toleransi, kebersamaan, dan persatuan dalam keberagaman. Menurutnya, MTQH menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah antarsesama umat dan antar daerah.
Gubernur kemudian berpesan kepada seluruh kafilah agar menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung. “Menang itu baik, tetapi kemenangan sejati adalah kuatnya niat untuk mengagungkan kalimat Allah dan menjaga persaudaraan di antara kita,” ucapnya.
Setelah menyampaikan pantun penutup, Gubernur secara resmi membuka MTQH XXXIII. Kilauan kembang api yang menyusul usai peresmian semakin memeriahkan suasana dan menandai dimulainya kompetisi yang akan berlangsung selama beberapa hari di Muara Teweh.(Riz)

Array

Artikel Terkait

Komentar