Pelatihan Usai, Pelaku UMK Barito Utara Diminta Kembangkan Produk dan Pasar

 
MUARA TEWEH – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara Agus Siswadi meminta peserta Pelatihan Lanjutan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan Tahun 2026 menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan produk dan usaha.
Pesan itu disampaikan Agus saat menutup pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Barito Utara di Tepian Kolam Barakati Muara Teweh, Kamis (10/9/2026) petang.
Agus mengatakan berakhirnya pelatihan bukan berarti proses belajar dan pengembangan usaha berhenti. Pengetahuan yang diperoleh harus diwujudkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Jangan sampai ilmu yang sudah didapat hanya menjadi sertifikat yang disimpan di dalam lemari. Jadikan ilmu itu sebagai karya, jadikan karya itu sebagai produk, jadikan produk itu sebagai usaha, dan jadikan usaha itu sebagai sumber penghasilan dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Menurut Agus, pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan teknis mengolah kulit dan rotan, tetapi juga mendorong peserta mengembangkan kreativitas dan inovasi.
Ia menilai kulit dan rotan merupakan potensi lokal yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual. Karena itu, peserta didorong terus mengembangkan variasi produk sesuai kebutuhan dan selera pasar.
“Kalau kemarin kita belajar membuat satu jenis produk, ke depan kembangkan menjadi dua, tiga bahkan lebih banyak produk,” katanya.
Selain inovasi produk, Agus menekankan pentingnya pemasaran digital. Pelaku UMK perlu memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.
“Mulai sekarang manfaatkan media sosial dan pemasaran digital. Jangan hanya menjadi pengrajin, tetapi jadilah pelaku usaha yang mampu membaca peluang dan menciptakan pasar,” tegasnya.
Ia juga mengajak peserta mempertahankan jejaring yang terbentuk selama pelatihan untuk berbagi pengalaman, informasi, dan membuka peluang kerja sama.
“Mari kita bangun jejaring usaha, saling berbagi pengalaman dan saling mendukung untuk kemajuan UMK Kabupaten Barito Utara,” katanya.
Agus menegaskan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan untuk mendorong UMK berkembang, mandiri, dan berdaya saing.
Ia berharap pelatihan tersebut melahirkan produk unggulan khas Barito Utara yang mampu menembus pasar lebih luas.
“Keberhasilan sebuah pelatihan bukan diukur dari berapa banyak orang yang hadir dan berapa banyak sertifikat yang dibagikan. Keberhasilannya akan terlihat dari berapa banyak produk baru yang lahir, berapa banyak usaha yang berkembang, dan berapa banyak pendapatan yang meningkat,” jelasnya.
Agus mengajak peserta terus berkarya dan berinovasi karena perkembangan UMK menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan ekonomi masyarakat Barito Utara.(Riz)
Array

Artikel Terkait

Komentar