MUARA TEWEH – Gedung RSUD Muara Teweh yang mulai dibangun sejak tahun 2015 hingga 2023 menelan biaya yang sangat besar hingga berdiri kokoh, menjadi Rumah Sakit termegah dan terbesar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Gedung RSUD Muara Teweh ini meliputi Wing A, B, dan C serta sarana penunjang lainnya. Sampai hari ini pekerjaan penyelesaian Lantai 3, 4, dan 5 wing C masih berlangsung. Tak terasa, nyaris 10 tahun pembangunan RSUD Muara Teweh berjalan.
Lalu, berapa anggaran yang telah digelontorkan untuk pembangunan RSUD Muara Teweh ini? Fasilitas apa saja yang sudah dikerjakan? Dan apa lagi yang mesti dibereskan?
Rincian dana terekspos saat Pj Bupati Barito Utara, Drs Muhlis memaparkan pencapaian kinerja pada triwulan I (Oktober, November Desember 2023) di dihadapan tim evaluator Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, salah satunya adalah bidang bidang kesehatan dari 10 indikator, Rabu,(10/1/2024) lalu.
Dari paparan tersebut diketahui bahwa pembangunan RSUD Muara Teweh ini sudah dua kali menggunakan pola multi years semasa H Nadalsyah menjabat sebagai bupati Barito Utara periode 2018-2023.
Total anggaran yang telah dikucurkan untuk pembangunan RSUD Muara Teweh sejak 2015-2023 sebesar Rp276.390.946.000. Dana akan bertambah lagi Rp10.000.000.000 pada tahun anggaran 2024.
Kucuran dana pembangunan RSUD Muara Teweh terinci sebagai berikut :
(1). Pembiayaan multi years atau (tahun jamak) tahun anggaran 2015-2017, total nilai kontrak Rp61.452.159.000.
(2). Pembiayaan tahun anggaran 2018 dengan nilai kontrak Rp51.821.000.000.
(3). Pembiayaan multi years tahun anggaran 2019-2022, total nilai kontrak Rp127.263.565.000.
(4). Pembiayaan tahun anggaran 2023 total nilai kontrak Rp35.854.222.000.
(5). Pembiayaan tahun anggaran 2024 total nilai kontrak Rp10.000.000.000.
Pembiayaan multi years 2015-2017 dengan dana Rp61.452.159.000 digunakan untuk feasibility study, DED (Detail Engineering Design), pembuatan Amdal, MK, pekerjaan wing A, pembangunan struktur wing A, dan fungsional Lantai 1, 2, 3, dan 4.
Pembiayaan tahun anggaran 2018 senilai Rp51.821.000.000 untuk pekerjaan MK, penyelesaiaan wing A, fungsional Lantai 2, 3, dan 5, serta pembangunan struktur wing B.
Pembiayaan multi years tahun anggaran 2019-2022 menelan dana Rp127.263.565.000 untuk pekerjaan wing B, pembangunan struktur wing B Lantai 3 dan 4 dan fungsional Lantai 1 dan 2, pembangunan wing C, pembangunan bangunan pelengkap D, E dan F, pembangunan ruang terbuka hijau, dan MK RSUD.
Sebagai informasi tambahan, pada pembiayaan multi years tahun anggaran 2019-2022 juga dibangun gedung untuk ruang jenazah, ruang IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah), ruang laundry, ruang genset, ruang gizi, dan ruang IPSRS (Instalasi Prasarana Sarana Rumah Sakit).(RIZ)









