PALANGKA RAYA – Transformasi digital dalam sektor pendidikan di Kalimantan Tengah mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Program Pendidikan Huma Betang yang diluncurkan pemerintah daerah menjadi salah satu pendorong utama peningkatan kualitas pembelajaran.
Berdasarkan survei Litbang Kompas, tingkat kepuasan terhadap program ini mencapai 97,8 persen. Hasil tersebut mencerminkan tingginya penerimaan publik terhadap kebijakan pendidikan yang dijalankan oleh Pemprov Kalteng.
“Digitalisasi pendidikan dinilai mempermudah akses belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” demikian salah satu hasil evaluasi survei yang dilakukan pada 6–10 Oktober 2025.
Program digitalisasi menjadi komponen paling menonjol dengan tingkat kepuasan mencapai 95 persen. Penyediaan televisi interaktif dan akses internet gratis di sekolah dinilai membantu proses belajar menjadi lebih efektif.
Selain digitalisasi, program lain seperti Kelas Digital Huma Betang dan pemberian beasiswa juga mendapat respons positif. Program tersebut memperluas akses pendidikan, termasuk bagi siswa di wilayah terpencil.
Meski demikian, survei juga mencatat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jaringan internet dan pasokan listrik di beberapa daerah. Selain itu, peningkatan kompetensi guru dinilai menjadi faktor penting agar program berjalan optimal.
Secara keseluruhan, tingginya dukungan masyarakat menjadi modal utama bagi pemerintah daerah untuk terus melanjutkan dan memperluas Program Pendidikan Huma Betang sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di Kalimantan Tengah.(red)









