OJK Dorong Akses Keuangan Nelayan, Dislutkan Kalteng Siap Kembangkan Shrimp Estate

PALANGKA RAYA – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui peningkatan akses keuangan bagi masyarakat pesisir.

Hal ini dibahas dalam audiensi yang digelar di Palangka Raya, Jumat (23/01/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan nasional di bidang ekonomi biru dan pemerataan ekonomi.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendorong implementasi Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) serta Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) guna memperluas akses pembiayaan.

“Melalui implementasi Pengembangan Ekonomi Daerah dan penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif, OJK berupaya memperluas akses layanan keuangan dan mendukung pengembangan kawasan shrimp estate yang terintegrasi, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata,” ujar Primandanu, Jumat (23/01/2026).

Menurutnya, sektor perikanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi daerah jika didukung dengan akses keuangan yang memadai.

Kepala Dislutkan Kalteng, Sri Widanarni, menegaskan bahwa kolaborasi dengan OJK menjadi langkah strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah di sektor kelautan dan perikanan.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan shrimp estate yang terintegrasi dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih akan menjadi fokus utama dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya.

Selain itu, penguatan komoditas unggulan seperti udang vaname diharapkan mampu meningkatkan daya saing ekspor daerah melalui dukungan pembiayaan dan penguatan ekosistem usaha.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan OJK, diharapkan sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Tengah dapat berkembang lebih optimal serta memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.(red)

Array

Artikel Terkait

Komentar